Mengenal Lebih Dekat Penyakit Difteri

0
5
penyakit difteri

Apa sih yang disebut dengan difteri? Difteri atau diphtheriae adalah jenis penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan bagian atas juga menyerang bagian kulit. Penyakit ini disebabkan karena adanya bakteri corynebacterium diphtheria yang menyerang muchus membrane pada hidung, tenggorokan dan juga pada kulit. Karena itu kalau tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan kematian.

Penyakit Difteri Menyerang Pernapasan Atas dan Kulit

Penyakit ini bukan hanya menyerang pada anak-anak saja melainkan juga pada  orang dewasa. Ciri khas penyakit ini adanya pseudomembran atau yang disebut dengan membrane palsu di dalam mulut penderita. Fokus infeksi penyakit ini pada bagian saluran pernapasan pada bagian hidung, tonsil, faring dan laring.

Selain menyerang pernapasan bagian atas penyakit difteri juga menyerang bagian kulit atau pada kulit. Jika menyerang pada kulit akan menyebabkan pembengkakan, kemerahan, rasa sakit dan menimbulkan luka dalam karena adanya membrane berwarna keabu-abuan.

Gejala yang Ditimbulkan

Gejala yang ditimbulkan penyakit ini biasanya akan muncul 2-5 hari setelah penderita terinfeksi firus corynebacterium diphtheriae. Sehingga sebagian orang ada yang tidak menyadarinya kalau sudah terinfeksi penyakit ini. Selain itu gejala awal juga hanya ditandai dengan keluhan ringan yang tidak bergejala apa-apa.

Gejala yang ditimbulkan penyakit ini hampir mirip dengan infeksi gangguan tenggorokan biasa. Seperti demam, sakit tenggorokan atau sakit menelan. Perbedaannya pada penyakit ini timbul adanya membran atau selaput berwarna keabu-abuan pada tenggorokan. Selain itu suara akan menjadi serak dan leher juga akan membengkak. Bahkan ada yang sampai mengalami kesulitan saat bernapas.

Cara Penularan Penyakit Difteri

Penyakit ini biasanya akan mudah menular melalui udara maupun dengan cara kontak langsung dengan penderita. Penularan melalui udara akan terjadi bila penderita penyakit ini batuk atau bersin disekitar orang yang yang tidak terinfeksi. Maka secara tidak langsung kemungkinan akan menularkan penyakit ini kepada orang yang berada di sekitarnya.

Sedangkan penularan dengan cara melakukan kontak langsung. Artinya melakukan kontak secara langsung dengan cairan pernapasan atas. Misalnya minum  menggunakan gelas yang sama dengan penderia penyakit ini, maka sangat memungkinkan terjadinya penularan.

Selain itu penularan juga akan terjadi bila secara sengaja atau tidak melakukan kontak fisik dengan menyentuh luka penderita difteri. Bisa juga karena terkena cairan luka penderia. Baik karena kontak fisik maupun hanya terkena cairan luka keduanya dapat menularkan penyakit ini.

Pencegahan Penyakit Difteri

Penyakit ini merupakan penyakit yang sangat serius. Lalu bagaimana upaya untuk melakukan pencegahan penyakit ini agar tidak mudah tertular. Berikut beberapa upaya pencegahannya :

1.Suntik Vaksin Atau Imunisasi Difteri, Pertusis Tetanus (DPT)

Cara terbaik untuk melakukan pencegahan penyakit ini dengan memberikan suntikan vaksin. Biasanya vaksin ini diberikan melalui imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus). Pemberian vaksin ini harus dilakukan lengkap selama 5 kali semenjak anak berusia 2 hingga 7 bulan. Kemudian imunisasi ini dilakukan setelah berusia 10 tahun dan dilanjutkan saat berusia 18 tahun. Selanjutnya harus diulang setiap 10 tahun sekali.

2. Melakukan Pola Hidup Sehat

Menjalankan pola hidup sehat merupakan salah satu upaya yang dapat mencegah terkena penyakit difteri. Caranya dengan konsumsi makanan sehat bergizi seperti sayur dan buah. Selain itu istirahat yang cukup, perbanyak konsumsi air putih, olah raga  teratur dan juga menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

3. Hindari Kontak Langsung Dengan Penderita

Menghindari kontak langsung dengan penderita dapat mencegah terkena penyakit ini. caranya gunakan perlengkapan secara pribadi. Terutama jangan menggunakan alat makan bersamaan dengan orang lain. Karena kita tidak tau apakah seseorang mengidap penyakit ini atau tidak.

Demikian informasi seputar penyakit difteri, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan